Assalammualaikum
Welcome to sepada... kali ini kami ingin bercerita tentang taubatnya seorang hamba.
Selamat membaca.
Taubatnya pembunuh seratus jiwa
Diriwayatkan dari Abu Sais Al-Khudri, bahwa Nabi SAW bersabda :
Dahulu, pada umat sebelum kalian, ada seorang pemuda yang telah membunuh
sembilan puluh sembilan jiwa. Dia bermaksud mencari orang alim, maka
ditunjukkan kepadanya seorang rahib (pendeta) Iapun mendatangi rahib
tersebut. Ia mengatakan kepada rahib itu bahwa ia telah membunuh
sembilan puluh sembilan jiwa; apakah masih bisa bertaubat.
“Tidak bisa”,
kata rahib itu.
Mendengar jawaban itu si pemuda membunuh rahib itu
sehingga korban pembunuhannya sekarang seratus orang. Sesudah itu pemuda itu mencari orang alim lagi. Dan ditunjukkan kepada
seoaang alim oleh seseorang yang ditemui. Kepada orang alim itu ia
menceritakan bahwa dirinya telah membunuh seratus jiwa; apakah ada
kesempatan untuk dirinya untuk bertaubat.
Orang alim itu menjawab,
“Tentu saja. Siapa yang dapat menghalangimu bertaubat. Pergilah ke
Negara anu karena disana ada orang-orang yang melakukan ibadah kepada
Allah. Beribadahlah bersama mereka, dan jangan kembali kenegeri asalmu.
Sebab negeri asalmu adalah tempat yang buruk”.
Pemuda itupun pergi. Namun tatkala ia di tengah perjalanan, ajal
menjemputnya. Saat itulah malaikat rahmat dan malaikat adzab bertikai.
Malaikat Rahmat berkata ”Ia datang sebagai orang bertaubat dengan
mengarahkan hatinya kepada Allah Taala”.
Malaikat Adzab menyanggah: “ Ia
sama sekali belum pernah melakukan kebajikan”.
Kemudian datanglah satu
malaikat dalam rupa manusia untuk menengahi perselisihan mereka. Ia
mengatakan ”Ukurlah jarak antara dua daerah itu, kemana ia lebih
dekat”.
Mereka mengukurnya, ternyata tempat kematian pemuda itu lebih
dekat ke daerah yang dituju (negeri kebaikan). Maka malaikat rahmat
membawanya.
Dalam sebuah riwayat disebutkan:”Ia lebih dekat sejengkal ke negeri yang baik, sehingga ia termasuk ahli negeri itu”.
Dalam riwayat lain disebutkan :”Allah mewahyukan kepada daerah yang satu
untk menjauh kepada daerah lainnya untuk mendekat, seraya berfirman,
’Ukurlah jarak antara keduanya’. Maka mereka mendapati bahwa ia lebih
dekat ke daerah yang dituju, yaitu daerah kebaikan, kemudian Allah
mengampuni dosanya’.
Kisah kedua
Taubatnya Maiz bin Malik
Dari Buraidah ra, ia menuturkan : “Pada suatu ketika, Maiz bin Malik
datang kepada Nabi Saw, lalu dia berkata pada beliau, “Ya Rasulullah,
sucikanlah aku”. Rasulullah saw menjawab, “Kasihan, pulanglah, lalu
mintalah ampun kepada Allah dan bertaubatlah kepadaNya”. Maiz pergi tapi
belum begitu jauh dia kembali lagi seraya berkata, “Ya Rasulullah,
sucikanlah aku”. Rasulullah menjawab seperti semula, dan hal ini
berlangsung berulang-ulang, sampai empat kali. Pada kali terakhir
Rasulullah bertanya, “Dari hal apakah kamu harus aku sucikan ?”. Maiz
menjawab, ‘dari dosa berzina”.
Kemudian beliau bertanya (kepada para sahabat), “Apakan dia gila ?”.
Beliau diberitahu bahwa dia tidak gila. Beliau bertanya lagi, “Apakah
dia habis munum khamr ?”.
Seorang sahabat berdiri lalu mendekati Maiz,
tetapi tidak mencium bau khamr.
Maka beliau bertanya kepada Maiz,
“Apakah kamu telah berzina ?”.
Maiz menjawab “Benar wahai Rasulullah”.
Lalu Rasulullah memerintahkan supaya dilaksanakan rajam terhadap Maiz,
lantas dia dirajam.
Mengenai kematian Maiz ini pendapat para sahabat terpecah menjadi dua
golongan. Yang satu mengatakan bahwa Maiz telah tewas dan dosanya masih
belum hilang. Yang kedua mengatakan bahwa Miaz telah bertaubat dengan
sebenar-benarnya taubat, tiada taubat yang melebihi taubat Maiz Dia
datang menghadap Nabi Saw, lalu meletakkan tangannya di atas tangan Nabi
Saw, kemudian berkata: “Wahai Rasulullah, rajamlah aku dengan batu!”.
Mereka tetap dalam perbedaan pendapat itu selama dua atau tiga hari.
Kemudian Rasulullah datang. Setelah memberi salam kemudian beliau duduk
bersama mereka, lalu bersabda: “Mintakanlah ampun buat Maiz bin Malik”.
Merekapun mengatakan: “Semoga Allah mengampuni Maiz bin Malik”.
Rasulullah bersabda: “Maiz betul-betul telah bertaubat yang sempurna.
Seandainya taubat Maiz dapat dibagi-bagikan di tengah-tengah ummat
niscaya mencukupi buat mereka".
Subhanallah betapa Allah lah yang Maha Menerima Taubat. Seorang pembunuh dan seorang penzina di ampuni dosanya oleh Allah dan di terima taubatnya maka, dari itu kawan jangan ragu untuk bertaubat kepada Allah SWT. Bertaubatlah dengan sungguh-sungguh dan janganlah mengulagi perbuatan dosa itu. Sungguh Allah akan menerima taubat hambaNya yang bersungguh-sungguh untuk bertaubat.
Semoga kisah ini bermanfaat.
Wassalam






0 comments:
Posting Komentar